Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Palsukah Renungan ku ?

Gambar
Palsukah Renungan ku?   Oleh : -Unknown- Dalam setiap ibadah yang aku yakini , tidak jarang aku berfikir . Kenapa aku tidak menangisi dosa dosa ku dalam setiap menghadap Sang Rabb. Sampai sampai hanya dalam beberapa momen saja aku begitu larut dalam menangisi dosa . Tak jarang juga aku ingin mengeluarkan air mata dalam tangisan untuk setiap saat menghadapNya . Namun , begitu gelapnya hati ini sampai sampai untuk menangisi diri yang belum bisa menangisi dosa dosanyapun belum bisa .  Apakah ini hanya sandiwara? , itulah yang ada dalam pikiran yang menjadi sebuah tanda tanya besar dalam beberapa saat aku menangisi dosaku . Aku tidak mencari sebuah amanah untuk hanya semata mata untuk ku pertanggungjawabkan kepada yang di depan dan yang menyaksikan .  Namun Secara tidak langsung kitalah yang membutuhkan Amanah , tidak mesti kita mendapat amanah dan itu bukan alasan saat kita tengah di minta pertanggungjawaban oleh-Nya . Namun saat larutnya tangisan adalah s...

Wajah Indonesia

Gambar
Wajah Indonesia Oleh : Dewi Hijriani Sekar Ningtyas “Duuukk” benturan yang cukup keras mendarat tepat dikepala seorang gadis bernama Nirmala hingga sanggup membuatnya terbangun dari tidurnya. “Duh kenapa nyetir bisnya ga hati-hati, ganggu orang lagi enak tidur aja” gumam Nirmala sambil mengelus kepalanya yang sedikit nyeri. Karena terbangun Nirmala kemudian memusatkan pandangannya ke arah jendela untuk memastikan suatu hal. “ah masih jauh, tidur lagi deh”. Gemercik air yang mulanya belum ada sekarang sangat terasa didengar, wangi garam yang khas mulai semerbak tercium dan membuat hati Nirmala tidak sabar untuk turun. “Hah sampai juga”. Nirmala menghela napas panjang seraya menggerakan anggota tubuh yang sedikit tegang akibat perjalan tadi. Dia mulai berjalan menyisiri bibir pantai sambil sesekali bermain dengan air dan juga mengambil beberapa foto di kameranya. Beberapa jam setelah dari pantai pandangannya tertuju pada sederetan toko khusus menjual oleh-oleh, lantas Nirma...

Tuhan Memeluk Mimpiku

Gambar
Tuhan Memeluk Mimpiku Oleh : Restiana, Mahasiswi Untirta FEB 2018 "Dek, maaf. Mama tidak bisa mendukung impian kamu." Matanya sayu, menyisakan isak tangis yang masih tersedu-sedu. "Adek cuma butuh doa, Ma. Doa dan senyuman Mama. Adek yakin, tahun ini Adek bisa kuliah tanpa harus membebani Mama dan bapak." Lalu Mama beranjak dari duduknya. Meninggalkanku yang masih terkulai lemas sebab harus menerima kenyataan bahwa mimpiku tidak dapat persetujuan. Padahal, mimpi ini begitu erat. Ku yakin ini bukan sekedar angan. Ku yakin bahwa aku akan membanggakan mereka. Walau pun kutahu, bapak hanya supir angkutan yang tidak punya gaji tetap. Untuk makan saja kami susah payah, kembang kempis. Ku paham, kenapa Mama begitu pesimis bahwa aku bisa kuliah. *** "Saat itu, 12 Januari 2018." Aku berusaha mengingat momen haru ketika menyampaikan planning pada mama. Seluruh mata tertuju padaku, ada yang mulai menjatuhkan air mata, ada yang sedang berpang...