HUTAN MENANGIS, SUMATERA BANJIR: MUSIBAH ATAU PERINGATAN?
Pulau Sumatera, dengan segala keindahan alamnya, belakangan ini kembali menjadi saksi bisu musibah banjir bandang dan longsor. Rangkaian bencana ini, yang merenggut ratusan nyawa dan kerugian miliaran Rupiah pada akhir November 2025, tidak bisa lagi dianggap sebagai ritual tahunan atau sekadar faktor cuaca ekstrem. Foto-foto banjir dan longsor di Sumatera kembali membanjiri media masa. Air yang meluap dan lumpur yang melahap pemukiman seringkali membuat kita bertanya: Apakah ini sekadar musibah tahunan yang harus diterima, ataukah ada pesan di dalamnya? Dalam perspektif Islam, musibah ini adalah lonceng peringatan keras yang mengungkap kerapuhan hubungan antara manusia dan alam. 1. Bukti dari Berita: Kerusakan di Hulu sebagai Biang Keladi Para pakar dan lembaga lingkungan sepakat bahwa faktor dominan yang memperparah bencana hidrometeorologi di Sumatera adalah kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Fakta Berita yang didapatkan, antara lain: a. Menurut anali...