Berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga, ko bisa ya?
Puasa berasal dari kata صَوْمٌ / صِيَامٌ yang artinya “menahan”. Dalam kitab Fathul Qarib Syeikh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al Ghazi menjelaskan, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dengan niat tertentu. Selain itu, puasa juga termasuk ibadah yang istimewa. Mengapa begitu? Karena Allah sendiri berfirman عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim) Al-hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan terkait hadist tersebut : 1. Bahwa puasa adalah ibadah yang tidak terlihat, yang mengetahui hanyalah diri sendiri dan Allah SWT dan tidak akan terkena riya’. Mak...