Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Pandangan Islam Terhadap Kaum L68T

Gambar
Menurut KBBI, L68T merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. L68T adalah penyimpangan sosial dengan orientasi yang bertentangan dengan fitrah manusia, agama, dan adat istiadat masyarakat di Indonesia. Dalam Islam, L68T dikenal dengan dua istilah, yaitu Liwath (gay) dan Sihaaq (lesbian). Liwath (gay) adalah perbuatan yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara memasukan dzakar atau penisnya ke dalam dubur laki-laki lain. Liwath adalah suatu kata (penamaan) yang dinisbatkan kepada kaumnya Luth ‘Alaihis salam, karena kaum Nabi Luth ‘Alaihis salam adalah kaum yang pertama kali melakukan perbuatan ini. Realitas L68T telah ada sejak zaman dahulu, khususnya dalam sejarah Nabi Luth ‘Alaihis salam. Kaum Nabi Luth tidak mau taat kepada Rukun Islam, Rukun Iman, Fungsi Agama, Hubungan Akhlak dengan Iman, dan Akhlak Dalam Islam. Mereka memilih untuk hidup dengan menyukai sesama jenis ketimbang lawan jenisnya. Semua itu mereka lakukan atas dasar hawa nafsu dan kebodohan. Hin...

Keterkaitan Kaum Nabi Luth dengan Perilaku Penyimpangan Seksual di Zaman Modern Ini

Gambar
  Al-Qur'an banyak menggambarkan bagaimana kisah kaum Nabi Lûth, salah satunya diterangkan dalam surat al-Naml ayat 54-56. Keburukan kaum Nabi Lûth yang paling menonjol selain kemusyrikan adalah homoseksual yang pada zaman sekarang lebih dikenal dengan LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender). Perbuatan keji kaum Nabi Lûth yang menyukai sesama jenis sudah menjadi kebiasaan yang dianggap lumrah. Mereka merupakan pelopor perbuatan keji yang sebelumnya tidak pernah dilakukan umat terdahulu, yaitu laki-laki mencampuri sesama laki-laki, begitu pun dengan perempuan. Nabi Lûth pun diutus Allah kepada kaumnya untuk mengajak beribadah kepada Allah SWT, tidak mempersekutukan-Nya dan melarang mereka melakukan perbuatan keji dan mungkar, namun mereka tidak mau meninggalkan kesesatan dan perbuatan dosa, mereka tetap memilih melakukan kejahatan dan kekufuran. Selanjutnya Allah pun menimpakan azab kepada kaum Nabi Lûth atas penyimpangan yang mereka lakukan, ini tergambar pada Q.S Hud ayat 8...