Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

TEROMBANG-AMBING DI LAUTAN, KINI ROMBONGAN MUSLIM ROHINGYA DISAMBUT HANGAT OLEH ACEH

Gambar
ACEH  MENYAMBUT HANGAT SAUDARA DARI ROHINGYA www.akmi-untirta.com - Beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 25 Juni 2020, Para pengungsi dari Rohingya mendapat izin untuk mendarat darurat di pantai Lancok, Kecamatan Syantalia Bayu, Aceh Utara setelah terombang-ambing di lautan dalam waktu yang lama. Dilansir dari harianaceh.co.id Para pengungsi Rohingya tersebut, saat ini ditampung sementara di bekas gedung Kantor Imigrasi, kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Bantuan logistik juga telah diberikan sejumlah pihak kepada para pengungsi itu. Saat ini masih belum mengetahui pasti sampai kapan para pengungsi etnis akan berada di Aceh Utara. Pemkab Aceh Utara juga masih mencari tahu ke mana tujuan para pengungsi Rohingya tersebut. “Terkait berapa lama mereka di sini, belum bisa kita jawab,” ucap Andre selaku Kabag Humas Kabupaten Aceh Utara. Pemeriksaan kesehatan termasuk tes cepat virus corona juga langsung dilakukan. “Sudah kita rapid test dan 99...

Mengecam Rencana Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina

Gambar
Mengecam Rencana Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina  Di tengah polemik di seluruh dunia akibat adanya virus corona, baru-baru ini ada berita dari saudara-saudari kita dari Negeri Palestina. Saat ini Israel sedang bersiap untuk rencana aneksasi atau pengambilan dengan paksa tanah(wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dengan tanah (negara) sendiri di wilayah tepi barat yang dapat memicu kekerasan Palestina. Dikutip dari CNN Indonesia bahwasanya Aneksasi tepi barat merupakan gagasan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam kampanye ketiga sebelum dilantik dan akan dia wujudkan pada 1 juli mendatang. Ide tersebut memicu perdebatan di kalangan penduduk Israel. Bagi penganut paham konservatif, aksi ini tidak perlu terjadi karena mereka menganggap Tepi Barat beserta isinya milik bangsa Yahudi. Sedangkan bagi penganut paham progresif , liberal, dan sayap kiri menganggap hal ini dapat melanggar hukum Internasional. Sejalan dengan tanggapan Rusia terhada...