𝗞𝗮𝗺𝗽𝘂𝘀 𝗛𝗲𝗯𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗽𝗶 𝗔𝗱𝗮𝗯 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹: 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗹𝗲𝗰𝗲𝗵𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗻𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶
Fenomena pelecehan dan kekerasan seksual yang belakangan mencuat di berbagai kampus Indonesia tidak bisa dipandang sebagai sekadar kasus viral yang akan hilang seiring waktu. Ini adalah tanda bahwa ada persoalan mendasar dalam cara kita memandang manusia, menjaga batas, dan memahami kebebasan. Kampus yang seharusnya menjadi ruang tumbuhnya intelektualitas dan integritas justru dalam beberapa kasus memperlihatkan hal sebaliknya. Orang bisa sangat cerdas secara akademik, tetapi gagal menjaga kehormatan dirinya dan orang lain. Pelecehan seksual sering kali dipahami secara sempit sebagai tindakan fisik. Padahal realitasnya jauh lebih luas. Ia hadir dalam bentuk ucapan, candaan, komentar, bahkan percakapan di ruang digital. Ketika seseorang menjadi objek pembicaraan seksual, ketika tubuh dijadikan bahan gurauan, atau ketika isi grup chat dipenuhi hal yang tidak pantas, maka pada saat itu pelecehan sudah terjadi. Tidak harus ada sentuhan untuk melukai. Kata-kata pun bisa merusak martab...